Biaya operasi payudara berbeda-beda, tergantung jenis prosedur dan layanan rumah sakit. Faktor lain yang memengaruhi yaitu fasilitas medis, stadium kanker, serta perawatan lanjutan pasien. Setiap kasus punya kebutuhan khusus, jadi biayanya tidak bisa disamaratakan.
Alasan Biaya Operasi Payudara Akibat Kanker Bisa Berbeda-beda
Berikut penjelasan lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan biaya operasi:
- Stadium Kanker
Semakin tinggi stadium kanker payudara. Biasanya biaya tindakan medis jadi lebih mahal. Penanganan stadium awal biasanya lebih mudah dan harganya cenderung lebih terjangkau. Stadium lanjut bisa butuh prosedur tambahan seperti kemoterapi atau terapi radiasi.
- Jenis Operasi yang Dilakukan
Prosedur operasi payudara ada berbagai macam, seperti lumpektomi dan mastektomi. Bagian Jaringan yang terkena kanker akan diangkat lewat prosedur lumpektomi. Tindakan ini biasanya membutuhkan biaya lebih ringan dibandingkan mastektomi yang mengangkat seluruh payudara. Jika sekaligus rekonstruksi, total biaya bisa jauh lebih besar.
- Jenis Rumah Sakit dan Fasilitas
Biaya di rumah sakit swasta besar biasanya lebih tinggi daripada rumah sakit pemerintah. Rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan dokter senior umumnya mematok tarif lebih mahal.
- Lokasi Rumah Sakit
Letak rumah sakit juga memengaruhi besar kecilnya biaya yang harus dibayar. Rumah sakit di kota besar seperti Jakarta cenderung mengenakan tarif lebih tinggi. Biaya hidup dan operasional yang berbeda turut memengaruhi tarif layanan kesehatan di tiap daerah.
- Komponen Biaya Tambahan
Biaya operasi belum termasuk rawat inap, konsultasi, atau tes penunjang. Tes seperti USG, laboratorium, hingga radiologi bisa menambah total pengeluaran. Biaya ekstra bisa muncul kalau pasien butuh kemoterapi atau radioterapi setelahnya.
Kisaran Biaya Operasi di Indonesia
Di rumah sakit swasta menengah Jakarta, biaya operasi payudara berkisar Rp30 juta sampai Rp40 juta. Operasi tumor bisa mencapai Rp48 juta, biasanya lebih murah dari kanker ganas. Itu belum termasuk biaya rawat inap dan terapi tambahan lain. Total pengeluaran bisa mencapai Rp44 juta atau lebih, tergantung kondisi pasien dan jenis prosedur.
Operasi Payudara untuk Tujuan Estetika
Operasi payudara bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bertujuan memperbaiki penampilan agar lebih selaras dengan bentuk tubuh. Ada lima prosedur utama yang umum dilakukan.
Breast augmentation adalah prosedur pembesaran payudara menggunakan implan saline atau silikon yang dimasukkan melalui sayatan di bawah payudara, lengan, atau sekitar puting. Biaya operasi payudara untuk kecantikan berkisar Rp64–246 juta di Thailand dan Korea Selatan.
Breast lift dilakukan untuk mengencangkan payudara dengan membuang kulit berlebih dan menaikkan posisi puting. Prosedur ini bisa dikombinasikan dengan augmentasi, dan biayanya Rp42–179 juta.
Breast revision surgery adalah operasi sekunder untuk memperbaiki hasil augmentasi sebelumnya, misalnya karena implan bocor atau ketidakpuasan bentuk. Prosedurnya mirip augmentasi awal.
Breast reduction bertujuan mengecilkan payudara dengan menghilangkan lemak, jaringan, dan kulit berlebih. Selain meningkatkan penampilan, juga dapat mengurangi nyeri punggung atau iritasi. Biayanya sekitar Rp64–253 juta.
Operasi ginekomastia untuk pria membantu mengangkat jaringan payudara berlebih, umumnya dengan sedot lemak atau eksisi. Biayanya sekitar Rp43–52 juta. Setiap prosedur sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan dan konsultasi dokter spesialis.
Biaya operasi payudara dipengaruhi banyak faktor, bukan cuma jenis penyakitnya. Jenis operasi, lokasi rumah sakit, serta fasilitas ikut menentukan jumlah pengeluaran. Terapi tambahan seperti kemoterapi membuat total biaya semakin besar. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk estimasi yang sesuai kebutuhan. Deteksi dini bisa menekan biaya karena pengobatan jadi lebih cepat dan ringan.